Career upgrade: Learn practical AI skills for better jobs and higher pay.
Level up
All Practice Exams

100+ Free SNBT Tes Literasi Practice Questions

Pass your UTBK-SNBT 2026 — Tes Literasi (Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, Penalaran Matematika) exam on the first try — instant access, no signup required.

✓ No registration✓ No credit card✓ No hidden fees✓ Start practicing immediately
100+ Questions
100% Free
1 / 100
Question 1
Score: 0/0

Sebuah toko menawarkan diskon bertingkat: 20% kemudian tambahan 10% dari harga setelah diskon pertama. Jika harga awal Rp500.000,00, berapa harga akhir yang dibayar?

A
B
C
D
to track
Same family resources

Explore More Indonesia UTBK-SNBT University Entrance

Continue into nearby exams from the same family. Each card keeps practice questions, study guides, flashcards, videos, and articles in one place.

2026 Statistics

Key Facts: SNBT Tes Literasi Exam

Tes Literasi is the literacy half of Indonesia's UTBK-SNBT: 70 computer-based questions across Literasi Bahasa Indonesia (30), Literasi Bahasa Inggris (20), and Penalaran Matematika (20), scored by IRT with no penalty for wrong answers.

Sample SNBT Tes Literasi Practice Questions

Try these sample questions to test your SNBT Tes Literasi exam readiness. Each question includes a detailed explanation. Start the interactive quiz above for the full 100+ question experience with AI tutoring.

1Bacalah teks berikut. "Energi surya kini menjadi pilihan utama banyak negara untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain ramah lingkungan, biaya pemasangan panel surya terus menurun setiap tahun. Pemerintah pun mulai memberikan insentif bagi rumah tangga yang beralih ke energi terbarukan ini." Ide pokok paragraf tersebut adalah ....
A.energi surya menjadi pilihan utama untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
B.biaya pemasangan panel surya terus menurun setiap tahun
C.pemerintah memberikan insentif bagi rumah tangga
D.energi terbarukan lebih ramah lingkungan daripada fosil
Explanation: Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi inti paragraf, biasanya tercermin dalam kalimat utama di awal paragraf. Kalimat pertama menyatakan bahwa energi surya menjadi pilihan utama untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sedangkan kalimat-kalimat berikutnya hanya menjelaskan alasan dan dukungannya.
2Bacalah kalimat berikut. "Para relawan membantu evakuasi korban pascagempa di daerah pegunungan yang terisolasi." Makna kata evakuasi pada kalimat tersebut adalah ....
A.pencegahan terhadap bahaya yang mengancam
B.pemindahan penduduk dari daerah berbahaya ke tempat aman
C.pengangkatan jenazah yang berserakan
D.penyaluran bantuan secara cepat dan merata
Explanation: Berdasarkan KBBI, evakuasi berarti pemindahan penduduk dari daerah yang berbahaya ke daerah yang aman. Konteks kalimat (korban pascagempa di daerah terisolasi) menegaskan makna pemindahan ke tempat aman tersebut.
3Bacalah teks berikut. "Konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Meski demikian, banyak produk minuman kemasan yang masih mengandung gula dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, beberapa negara mulai menerapkan pajak khusus untuk minuman manis sebagai upaya menekan konsumsinya." Simpulan yang tepat untuk teks tersebut adalah ....
A.semua minuman kemasan harus dilarang beredar di pasaran
B.diabetes tipe 2 hanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebih
C.pajak minuman manis diterapkan untuk menekan konsumsi gula yang berisiko bagi kesehatan
D.pemerintah lebih mementingkan pendapatan pajak daripada kesehatan masyarakat
Explanation: Simpulan adalah pendapat akhir yang merangkum keseluruhan uraian. Teks menjelaskan bahaya gula berlebih, fakta bahwa minuman kemasan masih tinggi gula, lalu respons berupa pajak. Maka simpulannya adalah pajak diterapkan untuk menekan konsumsi gula demi kesehatan.
4Bacalah kalimat berikut. "Kebijakan baru itu dianggap sebagai angin segar bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapat modal." Makna ungkapan angin segar pada kalimat tersebut adalah ....
A.udara yang sejuk dan menyenangkan
B.tantangan baru yang sulit dihadapi
C.peringatan akan datangnya bahaya
D.kabar atau perubahan yang menggembirakan
Explanation: Ungkapan angin segar bermakna kiasan, yaitu kabar baik atau perubahan yang membawa harapan dan menggembirakan. Konteks kalimat (kebijakan yang membantu usaha kecil mendapat modal) sesuai dengan makna kiasan ini.
5Bacalah teks berikut. "(1) Membaca buku secara rutin terbukti memperkaya kosakata seseorang. (2) Selain itu, kebiasaan membaca melatih daya konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. (3) Sayangnya, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. (4) Berbagai program literasi pun digalakkan untuk mengatasi persoalan ini." Kalimat yang menyatakan masalah utama dalam teks tersebut adalah kalimat ....
A.kalimat (3)
B.kalimat (1)
C.kalimat (2)
D.kalimat (4)
Explanation: Masalah adalah keadaan yang menyimpang dari harapan dan perlu diatasi. Kalimat (3) menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, suatu kondisi yang menjadi persoalan dan kemudian direspons pada kalimat (4).
6Bacalah kalimat berikut. "Para peneliti masih melakukan kajian mendalam sebelum menyimpulkan penyebab pasti fenomena tersebut." Sinonim kata kajian yang paling tepat adalah ....
A.ringkasan
B.penelitian
C.perkiraan
D.pengumuman
Explanation: Kajian bermakna proses, cara, atau hasil mengkaji; menelaah; menyelidiki. Sinonim yang paling tepat adalah penelitian, karena keduanya menggambarkan kegiatan menelaah sesuatu secara mendalam dan sistematis.
7Bacalah teks berikut. "Penulis berpendapat bahwa pendidikan karakter seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga, sebagai lingkungan pertama anak, justru memegang peran paling fundamental. Tanpa keteladanan di rumah, upaya sekolah akan sia-sia." Pendapat penulis dalam teks tersebut adalah ....
A.sekolah adalah satu-satunya tempat pendidikan karakter
B.pendidikan karakter tidak diperlukan di sekolah
C.keluarga memegang peran paling penting dalam pendidikan karakter anak
D.keteladanan guru lebih penting daripada keteladanan orang tua
Explanation: Opini penulis adalah sikap atau pandangan yang dinyatakannya. Penulis menegaskan keluarga memegang peran paling fundamental dan tanpa keteladanan di rumah upaya sekolah sia-sia. Maka pendapatnya adalah keluarga berperan paling penting dalam pendidikan karakter.
8Perhatikan kalimat berikut. "Meskipun hujan turun sangat deras, tetapi pertandingan tetap dilanjutkan." Agar menjadi kalimat efektif, perbaikan yang tepat adalah ....
A.menambahkan kata 'namun' di awal kalimat
B.mengganti 'meskipun' dengan 'walaupun'
C.menambahkan tanda koma setelah 'deras'
D.menghilangkan kata 'tetapi'
Explanation: Kalimat efektif tidak boleh menggunakan dua konjungsi yang berfungsi sama dalam satu kalimat. 'Meskipun' dan 'tetapi' sama-sama menyatakan pertentangan, sehingga salah satunya harus dihilangkan. Menghapus 'tetapi' menghasilkan kalimat yang benar dan hemat.
9Manakah penulisan kata baku yang sesuai dengan KBBI?
A.apotek, izin, nasihat
B.apotik, ijin, nasehat
C.apotek, ijin, nasehat
D.apotik, izin, nasihat
Explanation: Bentuk baku menurut KBBI adalah apotek (bukan apotik), izin (bukan ijin), dan nasihat (bukan nasehat). Hanya opsi kedua yang seluruh katanya ditulis baku.
10Bacalah teks berikut. "Banyak orang mengira bahwa multitasking membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa berpindah-pindah tugas justru menurunkan produktivitas hingga 40 persen. Otak memerlukan waktu untuk menyesuaikan fokus setiap kali beralih aktivitas." Informasi tersirat yang dapat disimpulkan dari teks tersebut adalah ....
A.multitasking adalah keterampilan yang wajib dimiliki pekerja modern
B.berfokus pada satu tugas cenderung lebih efisien daripada multitasking
C.produktivitas tidak dipengaruhi oleh cara seseorang bekerja
D.otak manusia tidak mampu mengerjakan lebih dari satu hal
Explanation: Informasi tersirat tidak dinyatakan langsung tetapi dapat disimpulkan dari isi. Karena multitasking menurunkan produktivitas dan otak butuh waktu menyesuaikan fokus, maka dapat disimpulkan bekerja fokus pada satu tugas cenderung lebih efisien.

About the SNBT Tes Literasi Exam

Tes Literasi is one of two components of the UTBK-SNBT (the other being Tes Potensi Skolastik), the computer-based national test used for admission to Indonesian state universities (PTN). It contains 70 questions split into three subtests: Literasi dalam Bahasa Indonesia (30 questions, 42.5 minutes), Literasi dalam Bahasa Inggris (20 questions, 20 minutes), and Penalaran Matematika (20 questions, 42.5 minutes). The whole UTBK runs for 195 minutes and uses selected-response items plus a short fill-in (isian singkat) item type introduced for 2026; there are no essays. Scoring uses Item Response Theory with no penalty for wrong answers, so every question should be attempted. The 2026 UTBK-SNBT is administered by SNPMB through the Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) under the Ministry of Higher Education, Science, and Technology, with a single registration fee of Rp200.000 (KIP Kuliah holders exempt).

Questions

100 scored questions

Time Limit

About 105 minutes for Tes Literasi (within the 195-minute UTBK)

Passing Score

No fixed pass mark; scored by Item Response Theory (IRT) with no penalty for wrong answers, used competitively for PTN admission.

Exam Fee

Covered by the single UTBK-SNBT 2026 fee of Rp200.000 (KIP Kuliah holders exempt); no separate fee for Tes Literasi. (SNPMB via the Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) under Kemdiktisaintek, Indonesia)

SNBT Tes Literasi Exam Content Outline

43%

Literasi dalam Bahasa Indonesia

Main idea, conclusion, author's opinion/attitude, implied information, word and idiom meaning, effective sentences, conjunctions, standard words, and spelling/punctuation across varied texts.

28%

Literasi dalam Bahasa Inggris

Main idea, inference, reference, vocabulary in context, author's tone/purpose/opinion, specific detail, transitions, and organisation of ideas in English passages.

29%

Penalaran Matematika

AKM-style numeracy: percentages, ratio and proportion, statistics, probability, geometry and measurement, number patterns, and quantitative problem solving in everyday contexts.

How to Pass the SNBT Tes Literasi Exam

What You Need to Know

  • Passing score: No fixed pass mark; scored by Item Response Theory (IRT) with no penalty for wrong answers, used competitively for PTN admission.
  • Exam length: 100 questions
  • Time limit: About 105 minutes for Tes Literasi (within the 195-minute UTBK)
  • Exam fee: Covered by the single UTBK-SNBT 2026 fee of Rp200.000 (KIP Kuliah holders exempt); no separate fee for Tes Literasi.

Keys to Passing

  • Complete 500+ practice questions
  • Score 80%+ consistently before scheduling
  • Focus on highest-weighted sections
  • Use our AI tutor for tough concepts

SNBT Tes Literasi Study Tips from Top Performers

1Practise active reading: identify the ide pokok (main idea) and simpulan (conclusion) of each paragraph quickly, since many Literasi Bahasa Indonesia items target them.
2For Literasi Bahasa Inggris, focus on reading reasoning (main idea, inference, reference, tone) rather than isolated grammar drills, because the subtest tests comprehension of passages.
3Drill numeracy in everyday contexts for Penalaran Matematika: percentages, discounts, ratios, averages, and probability framed as word problems like those in the AKM.
4Manage time tightly: with about 1-1.5 minutes per question, skip very hard items and return later instead of getting stuck.
5Never leave a blank: the UTBK uses IRT with no penalty for wrong answers, so always make a best guess before each subtest ends.
6Build vocabulary in both languages, especially word meaning in context (makna kata) and synonyms/antonyms, which recur across the literacy subtests.
7Take full-length try-outs under timed conditions to build the reading endurance the long Tes Literasi passages demand.

Frequently Asked Questions

What is Tes Literasi in the UTBK-SNBT 2026?

Tes Literasi is one of the two components of the UTBK-SNBT (alongside Tes Potensi Skolastik). It has 70 questions: Literasi dalam Bahasa Indonesia (30), Literasi dalam Bahasa Inggris (20), and Penalaran Matematika (20).

How many questions and how much time does Tes Literasi have?

Tes Literasi has 70 questions in about 105 minutes: 42.5 minutes for Literasi Bahasa Indonesia, 20 minutes for Literasi Bahasa Inggris, and 42.5 minutes for Penalaran Matematika. The whole UTBK lasts 195 minutes.

Is there a penalty for wrong answers in the UTBK-SNBT?

No. The UTBK-SNBT is scored with Item Response Theory (IRT) and applies no penalty (no minus marking) for wrong answers, so candidates should answer every question before time runs out.

How much does the UTBK-SNBT 2026 cost?

The single registration fee for UTBK-SNBT 2026 is Rp200.000 for all participants, covering both Tes Potensi Skolastik and Tes Literasi. Holders of KIP Kuliah meeting the requirements are exempt from the fee.

What question formats appear in Tes Literasi?

Tes Literasi uses computer-based selected-response items: five-option (A-E) multiple choice, complex multiple-response (pilihan majemuk kompleks), and a short fill-in (isian singkat) type added in 2026 for short numeric or word answers. There are no essays.

What does Penalaran Matematika test?

Penalaran Matematika measures numeracy and mathematical reasoning in the style of the AKM (Asesmen Kompetensi Minimum): applying concepts such as percentages, ratios, statistics, probability, and measurement to solve real-life problems, not abstract or memorised formulas.

Who administers the UTBK-SNBT 2026?

It is run by SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) through the Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) under the Ministry of Higher Education, Science, and Technology (Kemdiktisaintek).