Career upgrade: Learn practical AI skills for better jobs and higher pay.
Level up
All Practice Exams

100+ Free UTBK-SNBT Practice Questions

Pass your Ujian Tulis Berbasis Komputer — Seleksi Nasional Berdasarkan Tes exam on the first try — instant access, no signup required.

✓ No registration✓ No credit card✓ No hidden fees✓ Start practicing immediately
100+ Questions
100% Free
1 / 100
Question 1
Score: 0/0

Pemahaman Bacaan dan Menulis. Bacalah: '(1) Polusi udara meningkat di kota besar. (2) Kendaraan bermotor menjadi penyumbang utama. (3) Banyak pohon ditebang untuk pembangunan. (4) Akibatnya, kualitas udara semakin memburuk.' Kalimat yang sumbang (tidak padu) dengan gagasan utama tentang polusi udara dari kendaraan adalah ...

A
B
C
D
to track
Same family resources

Explore More Indonesia UTBK-SNBT University Entrance

Continue into nearby exams from the same family. Each card keeps practice questions, study guides, flashcards, videos, and articles in one place.

2026 Statistics

Key Facts: UTBK-SNBT Exam

Ujian masuk PTN Indonesia sepenuhnya berbasis komputer: 160 soal dalam 195 menit, 7 subtes (TPS dan Literasi), skor IRT tanpa penalti jawaban salah, biaya Rp 200.000 (gratis bagi KIP-Kuliah).

Sample UTBK-SNBT Practice Questions

Try these sample questions to test your UTBK-SNBT exam readiness. Each question includes a detailed explanation. Start the interactive quiz above for the full 100+ question experience with AI tutoring.

1Penalaran Deduktif. Semua siswa yang lulus UTBK rajin berlatih soal. Bima tidak rajin berlatih soal. Kesimpulan yang pasti benar adalah ...
A.Bima lulus UTBK
B.Bima rajin berlatih soal lain
C.Tidak dapat ditarik kesimpulan apa pun
D.Bima tidak lulus UTBK
Explanation: Premis 'Semua yang lulus rajin berlatih' setara kontraposisinya: 'Yang tidak rajin berlatih tidak lulus.' Karena Bima tidak rajin berlatih, ia pasti tidak lulus UTBK. Penalaran deduktif menarik kesimpulan pasti dari premis umum.
2Penalaran Induktif. Perhatikan barisan: 3, 4, 7, 11, 18, 29, .... Bilangan berikutnya yang paling tepat adalah ...
A.47
B.40
C.45
D.58
Explanation: Pola barisan bersifat Fibonacci-like: setiap suku adalah jumlah dua suku sebelumnya (4+7=11, 7+11=18, 11+18=29). Maka suku berikutnya adalah 18+29 = 47. Penalaran induktif menemukan aturan dari pengamatan pola.
3Penalaran Kuantitatif. Lima pekerja menyelesaikan suatu proyek dalam 12 hari. Jika ditambah menjadi 10 pekerja dengan kecepatan kerja sama, berapa hari proyek selesai?
A.24 hari
B.6 hari
C.10 hari
D.8 hari
Explanation: Jumlah pekerja dan waktu berbanding terbalik (perbandingan berbalik nilai): pekerja x hari = konstan. Maka 5 x 12 = 10 x t, sehingga 60 = 10t dan t = 6 hari. Menggandakan jumlah pekerja membagi dua waktu pengerjaan.
4Penalaran Deduktif. Jika hari hujan maka jalan basah. Pernyataan yang ekuivalen secara logika dengan pernyataan tersebut adalah ...
A.Jika jalan basah maka hari hujan
B.Jika hari tidak hujan maka jalan tidak basah
C.Jika jalan tidak basah maka hari tidak hujan
D.Hari hujan dan jalan basah
Explanation: Pernyataan 'jika p maka q' ekuivalen dengan kontraposisinya 'jika bukan q maka bukan p'. Maka 'jika jalan tidak basah maka hari tidak hujan' selalu bernilai sama. Konvers dan invers tidak ekuivalen dengan implikasi asal.
5Penalaran Induktif. Diberikan analogi: DOKTER : RUMAH SAKIT = GURU : ...
A.Buku
B.Murid
C.Pelajaran
D.Sekolah
Explanation: Hubungan pada pasangan pertama adalah profesi dan tempat kerja utamanya: dokter bekerja di rumah sakit. Maka analoginya, guru bekerja di sekolah. Penalaran analogi menuntut menjaga jenis hubungan yang sama.
6Penalaran Kuantitatif. Harga sebuah barang naik 20%, lalu turun 20% dari harga baru. Dibandingkan harga semula, harga akhir barang ...
A.Turun 4%
B.Sama dengan harga semula
C.Naik 4%
D.Turun 40%
Explanation: Misal harga awal 100. Setelah naik 20% menjadi 120, lalu turun 20% dari 120 yaitu turun 24, menjadi 96. Dari 100 ke 96 berarti turun 4%. Persentase naik-turun tidak saling membatalkan karena dihitung dari basis berbeda.
7Penalaran Deduktif. Sebagian dokter adalah peneliti. Semua peneliti gemar membaca. Kesimpulan yang valid adalah ...
A.Semua dokter gemar membaca
B.Sebagian dokter gemar membaca
C.Semua yang gemar membaca adalah dokter
D.Tidak ada dokter yang gemar membaca
Explanation: Karena sebagian dokter adalah peneliti, dan semua peneliti gemar membaca, maka kelompok dokter-peneliti itu pasti gemar membaca. Jadi minimal sebagian dokter gemar membaca. Silogisme dengan premis 'sebagian' hanya menghasilkan kesimpulan 'sebagian'.
8Penalaran Induktif. Seorang peneliti mengamati: setiap kali tekanan udara turun tajam, beberapa jam kemudian terjadi hujan. Hal ini terulang puluhan kali. Penalaran yang dilakukan peneliti adalah ...
A.Penalaran deduktif dari hukum fisika pasti
B.Penalaran analogi antar dua peristiwa berbeda
C.Penalaran induktif berdasarkan generalisasi pengamatan berulang
D.Penalaran deduktif dengan kontraposisi
Explanation: Menarik kesimpulan umum (tekanan turun cenderung diikuti hujan) dari banyak pengamatan khusus adalah ciri penalaran induktif berupa generalisasi. Kesimpulan induktif bersifat probabilistik, bukan kepastian mutlak seperti deduksi.
9Penalaran Kuantitatif. Rata-rata nilai 4 siswa adalah 80. Setelah seorang siswa kelima bergabung, rata-ratanya menjadi 82. Nilai siswa kelima adalah ...
A.82
B.84
C.88
D.90
Explanation: Total nilai 4 siswa = 4 x 80 = 320. Total 5 siswa = 5 x 82 = 410. Nilai siswa kelima = 410 - 320 = 90. Perubahan rata-rata dikalikan jumlah anggota menentukan kontribusi anggota baru.
10Penalaran Deduktif. Pernyataan 'Tidak ada mamalia yang bertelur' diingkari (dinegasikan) menjadi ...
A.Ada mamalia yang bertelur
B.Semua mamalia bertelur
C.Tidak ada mamalia yang tidak bertelur
D.Beberapa mamalia tidak bertelur
Explanation: Negasi dari pernyataan universal negatif 'Tidak ada x yang P' adalah pernyataan eksistensial 'Ada x yang P'. Maka ingkaran dari 'Tidak ada mamalia yang bertelur' adalah 'Ada mamalia yang bertelur'. Kuantor 'semua/tidak ada' dinegasi menjadi 'ada/beberapa'.

About the UTBK-SNBT Exam

UTBK-SNBT adalah ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) nasional Indonesia yang menggantikan SBMPTN sejak 2023. Ujian sepenuhnya berbasis komputer ini terdiri atas 160 soal yang dikerjakan dalam 195 menit, terbagi menjadi Tes Potensi Skolastik (Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan Kuantitatif) dan Tes Literasi (Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, Penalaran Matematika). UTBK tidak menguji hafalan mata pelajaran, melainkan kemampuan bernalar dan literasi, serta diskor dengan Item Response Theory tanpa penalti untuk jawaban salah. Pada 2026 ujian dilaksanakan dalam satu gelombang selama 10 hari (21-30 April 2026) di Pusat UTBK berbasis kota, dengan biaya Rp 200.000 yang gratis bagi pemegang KIP-Kuliah kategori 1.

Questions

100 scored questions

Time Limit

195 menit (3 jam 15 menit) total untuk 160 soal resmi

Passing Score

Tidak ada nilai ambang tetap; penilaian IRT tanpa penalti jawaban salah, dan penerimaan ditentukan oleh peringkat skor terhadap kuota program studi PTN.

Exam Fee

Rp 200.000 per peserta untuk SNBT 2026; gratis bagi pemegang KIP-Kuliah kategori 1. (Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, melalui SNPMB)

UTBK-SNBT Exam Content Outline

19%

Penalaran Umum

Penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif: silogisme, kontraposisi, modus tollens, analogi, pola bilangan, dan logika kuantitatif.

19%

Literasi Bahasa Indonesia

Memahami dan menalar teks informatif dan sastra: ide pokok, simpulan, inferensi, makna kata kontekstual, dan literasi numerik dalam teks.

13%

Pemahaman Bacaan dan Menulis

Ide pokok, simpulan, makna kata, kalimat efektif, ejaan, konjungsi, dan kepaduan wacana.

13%

Literasi Bahasa Inggris

Reading comprehension Inggris: main idea, inference, vocabulary in context, author's purpose, tone, dan tata bahasa.

12%

Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Sinonim, antonim, kata baku, kata serapan, idiom, tanda baca, huruf kapital, dan hubungan antarkalimat.

12%

Pengetahuan Kuantitatif

Numerasi dasar: eksponen, persamaan kuadrat, geometri, peluang, barisan, perbandingan, dan kecukupan data.

12%

Penalaran Matematika

Penerapan matematika dasar pada masalah sehari-hari: pola, proporsi, geometri, statistika, peluang, dan pertumbuhan.

How to Pass the UTBK-SNBT Exam

What You Need to Know

  • Passing score: Tidak ada nilai ambang tetap; penilaian IRT tanpa penalti jawaban salah, dan penerimaan ditentukan oleh peringkat skor terhadap kuota program studi PTN.
  • Exam length: 100 questions
  • Time limit: 195 menit (3 jam 15 menit) total untuk 160 soal resmi
  • Exam fee: Rp 200.000 per peserta untuk SNBT 2026; gratis bagi pemegang KIP-Kuliah kategori 1.

Keys to Passing

  • Complete 500+ practice questions
  • Score 80%+ consistently before scheduling
  • Focus on highest-weighted sections
  • Use our AI tutor for tough concepts

UTBK-SNBT Study Tips from Top Performers

1Kuasai pengelolaan waktu per subtes: beberapa subtes seperti Pengetahuan dan Pemahaman Umum hanya memberi sekitar 45 detik per soal, jadi latih kecepatan membaca dan menjawab.
2Karena tidak ada penalti jawaban salah, isi semua soal; tebak terarah untuk soal yang tidak sempat dikerjakan sebelum waktu subtes habis.
3Fokus pada penalaran, bukan hafalan: TPS menguji penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif, sehingga latih silogisme, kontraposisi, modus tollens, dan pola bilangan.
4Bangun daya tahan membaca untuk Tes Literasi: Literasi Bahasa Indonesia (30 soal, 42,5 menit) memuat teks panjang, jadi berlatih membaca cepat dan menarik inferensi.
5Untuk Penalaran Matematika, garis bawahi kata kunci dan terjemahkan cerita menjadi model matematika sederhana; soalnya berkonteks kehidupan sehari-hari.
6Bedakan Pengetahuan Kuantitatif (numerasi dasar) dari Penalaran Matematika (penerapan logis); kuasai bentuk soal kecukupan data yang sering muncul di Pengetahuan Kuantitatif.
7Ikuti try out berkala dengan kondisi mirip ujian untuk membiasakan diri dengan antarmuka komputer, tekanan waktu, dan strategi melewati soal sulit.

Frequently Asked Questions

Berapa jumlah soal dan durasi UTBK-SNBT?

UTBK-SNBT terdiri atas 160 soal yang dikerjakan dalam waktu 195 menit (3 jam 15 menit). Soal terbagi menjadi Tes Potensi Skolastik (90 soal) dan Tes Literasi (70 soal), dengan alokasi waktu terpisah untuk tiap subtes.

Apa saja subtes dalam UTBK-SNBT?

Ada 7 subtes: Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, serta Pengetahuan Kuantitatif (TPS), ditambah Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika (Tes Literasi).

Apakah ada nilai minimum untuk lulus UTBK-SNBT?

Tidak ada nilai ambang lulus tetap. UTBK memakai penilaian Item Response Theory (IRT) tanpa penalti untuk jawaban salah; kelulusan SNBT ditentukan oleh peringkat skor peserta relatif terhadap kuota program studi PTN yang dipilih.

Berapa biaya pendaftaran UTBK-SNBT 2026?

Biaya UTBK SNBT 2026 adalah Rp 200.000 per peserta, dibayarkan melalui bank mitra (Mandiri, BNI, BTN, BRI, BSI). Pemegang KIP-Kuliah kategori 1 sesuai ketentuan dibebaskan dari biaya ini, dan biaya yang sudah dibayar tidak dapat dikembalikan.

Apakah jawaban salah dikurangi nilainya?

Tidak. UTBK-SNBT tidak menerapkan sistem minus atau penalti untuk jawaban salah. Karena itu, peserta dianjurkan tidak membiarkan satu pun soal kosong sebelum waktu subtes habis.

Kapan UTBK-SNBT 2026 dilaksanakan?

UTBK-SNBT 2026 dilaksanakan dalam satu gelombang selama 10 hari, yaitu 21-30 April 2026, di Pusat UTBK PTN yang kini berbasis kota. Hasil SNBT diumumkan pada 25 Mei 2026.

Berapa kali peserta boleh mengikuti UTBK?

Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK satu kali. Hasil UTBK 2026 hanya berlaku untuk SNBT dan penerimaan PTN tahun 2026, dan siswa yang sudah lulus SNBP tidak dapat mengikuti SNBT.