All Practice Exams

100+ Free SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) Practice Questions

SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) External Assessment practice questions are available now; exam metadata is being verified.

✓ No registration✓ No credit card✓ No hidden fees✓ Start practicing immediately
100+ Questions
100% Free

Loading practice questions...

2026 Statistics

Key Facts: SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) Exam

Assessment Authority

Target Qualification

Subject Level

Exam Format

The SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) practice bank provides 100 high-level multiple-choice questions aligned with the SACE subject outline. It covers literary and media text analysis, contemporary socio-cultural issues, translation equivalence, and advanced discourse with full explanations.

Sample SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) Practice Questions

Try these sample questions to test your SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) exam readiness. Each question includes a detailed explanation. Start the interactive quiz above for the full 100+ question experience with AI tutoring.

1Bacalah kutipan puisi berikut: 'Aku ini binatang jalang / Dari kumpulannya terbuang / Biar peluru menembus kulitku / Aku tetap meradang menerjang' Majas apakah yang dominan digunakan dalam baris pertama kutipan di atas, dan apakah fungsi utamanya?
A.Majas metafora; menggambarkan jiwa pemberontak dan keteguhan individu yang menolak terikat norma konvensional.
B.Majas personifikasi; memberikan sifat manusia kepada binatang agar pembaca merasa iba.
C.Majas hiperbola; membesar-besarkan rasa sakit fisik akibat tertembak peluru.
D.Majas litotes; merendahkan diri secara santun di hadapan masyarakat.
Explanation: Frasa 'Aku ini binatang jalang' merupakan majas metafora yang secara langsung membandingkan tokoh 'Aku' dengan binatang liar/terbuang tanpa menggunakan kata pembanding konvensional (seperti 'seperti' atau 'bagaikan'). Fungsi utamanya adalah menyuarakan semangat individualisme, kebebasan, dan keteguhan jiwa pemberontak yang menolak tunduk pada kekangan sosial.
2Bacalah paragraf berikut: 'Angin malam berbisik pelan di sela-sela dedaunan pohon tua yang berdiri bisu di tepi dusun. Menyaksikan derita warga desa, sang rembulan pun enggan menampakkan paras cantiknya di balik awan kelabu.' Manakah gaya bahasa (majas) yang paling menonjol dalam paragraf deskriptif tersebut?
A.Majas personifikasi
B.Majas alegori
C.Majas ironi
D.Majas metonimia
Explanation: Paragraf tersebut menggunakan majas personifikasi secara intensif, mengatribusikan tindakan dan perasaan manusia kepada unsur alam, seperti angin yang 'berbisik', pohon yang 'berdiri bisu', dan rembulan yang 'enggan menampakkan paras cantiknya'.
3Bacalah kutipan cerita pendek berikut: 'Setiap kali aroma tanah basah tersiram hujan menyapa hidungnya, kenangan masa kecil di kaki gunung Pangrango kembali membayang. Namun deru mesin kendaraan dan kepulan asap kota metropolitan segera membuyarkan bayangan indah itu, mengingatkannya pada tuntutan hidup yang kian menjerat.' Bagaimanakah pergeseran nada (tone) dan suasana dalam kutipan narasi tersebut?
A.Berubah dari suasana nostalgia yang puitis hangat menjadi kenyataan perkotaan yang keras dan menekankan frustrasi.
B.Berubah dari kegembiraan yang meluap-luap menjadi kemarahan yang mendalam kepada pemerintah.
C.Tetap konsisten dalam suasana optimisme terhadap pembangunan ekonomi modern.
D.Berubah dari ketakutan akan bencana alam menjadi kepasrahan pada nasib.
Explanation: Kalimat pertama membangun nada nostalgia yang hangat dan tenang melalui kenangan pedesaan ('aroma tanah basah'). Kalimat kedua secara tajam mengalihkan suasana menjadi keras dan menekan ('deru mesin', 'kepulan asap', 'tuntutan hidup yang menjerat'), mencerminkan ironi realitas kehidupan metropolitan.
4Bacalah cuplikan teks naratif berikut: 'Aku melirik jam tangan kuno peninggalan Ayah. Waktu menunjukkan pukul tiga pagi. Di luar, gerimis belum juga reda. Aku tahu keputusan yang kubuat besok akan mengubah jalan hidup keluarga kami selamanya, namun aku tak punya pilihan lain.' Sudut pandang (point of view) yang digunakan dalam cuplikan narasi di atas adalah:
A.Sudut pandang orang pertama pelaku utama
B.Sudut pandang orang ketiga serbatahu (omniscient)
C.Sudut pandang orang ketiga pengamat
D.Sudut pandang orang kedua
Explanation: Penggunaan pronomina 'Aku' yang mengungkapkan pikiran internal, konflik batin, dan tindakannya sendiri menunjukkan sudut pandang orang pertama pelaku utama (first-person central narrator).
5Bacalah cuplikan novel berikut: 'Pak Kusuma menatap amplop cokelat di atas mejanya tanpa menyentuhnya sedikit pun. Ketika sekertarisnya masuk membawa cangkir kopi, beliau hanya mengibaskan tangan pelan sambil memalingkan wajah ke luar jendela, membiarkan helaan napas panjang menggantikan kata-kata yang enggan terucap.' Teknik penokohan (characterization) apakah yang diterapkan pengarang untuk menggambarkan suasana hati Pak Kusuma?
A.Teknik dramatik (dramaterik / tidak langsung) melalui gerak-gerik dan ekspresi non-verbal tokoh.
B.Teknik analitis (langsung) berupa uraian pengarang secara gamblang tentang sifat Pak Kusuma.
C.Teknik penokohan melalui gambaran fisik pakaian dan perhiasan tokoh.
D.Teknik penokohan melalui dialog antartokoh yang saling memuji.
Explanation: Pengarang menggambarkan beban pikiran dan keengganan Pak Kusuma berkomunikasi melalui ekspresi tubuh, gestur ('menatap tanpa menyentuh', 'mengibaskan tangan', 'memalingkan wajah', 'helaan napas'), bukan dengan penjelasan deskriptif langsung.
6Bacalah kalimat berikut: 'Mendengar berita duka yang mendadak itu, air matanya mengucur deras hingga sanggup membanjiri seluruh sudut ruangan.' Gaya bahasa (majas) yang terdapat pada kalimat tersebut beserta alasannya yang tepat adalah:
A.Majas hiperbola; karena menggunakan pernyataan yang berlebihan dari kenyataan sebenarnya untuk menekankan kedalaman rasa sedih.
B.Majas litotes; karena merendahkan kenyataan agar tidak terlihat terlalu emosional.
C.Majas metonimia; karena menggantikan nama cairan mata dengan nama sungai.
D.Majas alegori; karena berisi kiasan moral tentang kehidupan setelah kematian.
Explanation: Ungkapan 'air matanya mengucur deras hingga sanggup membanjiri seluruh sudut ruangan' merupakan contoh majas hiperbola, yaitu gaya bahasa yang melebih-lebihkan fakta secara intens untuk memperkuat efek emosional kesedihan yang amat mendalam.
7Bacalah tajuk rencana (editorial) berikut: 'Pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus menyalahkan curah hujan ekstrem setiap kali banjir merendam kota. Kemacetan drainase, alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan komersial, serta kelalaian pengelolaan sampah adalah akar persoalan nyata yang membutuhkan komitmen politik dan eksekusi tata ruang secara ketat, bukan sekadar retorika bela diri.' Opini utama redaksi yang ingin disampaikan dalam tajuk rencana di atas adalah:
A.Pemerintah daerah harus bertanggung jawab dan membenahi tata ruang serta infrastruktur alih-alih menyalahkan faktor alam.
B.Banjir kota semata-mata disebabkan oleh fenomena iklim global yang tak terbendung.
C.Pembangunan kawasan komersial harus dihentikan sepenuhnya di seluruh wilayah provinsi.
D.Masyarakat adalah satu-satunya pihak yang bersalah atas kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Explanation: Tesis utama tajuk rencana secara tegas mengkritik sikap pemerintah daerah yang menyalahkan faktor cuaca. Redaksi menekankan perlunya komitmen perbaikan infrastruktur drainase, penataan ruang, dan pengelolaan sampah nyata.
8Bacalah cuplikan artikel opini berikut: 'Apabila kita terus menutup mata terhadap kerusakan terumbu karang di kawasan pesisir ini demi keuntungan ekonomi jangka pendek, anak cucu kita kelak hanya akan mengenali kekayaan bahari Indonesia melalui lembaran buku sejarah yang berdebu.' Strategi retorika apakah yang paling dominan dimanfaatkan penulis dalam argumentasi tersebut?
A.Pendekatan emosional (pathos) dan peringatan moral mengenai konsekuensi antargenerasi.
B.Pendekatan statistik kuantitatif (logos) dengan menyajikan angka kerusakan hektar karang.
C.Pendekatan kredibilitas akademis (ethos) dengan mengutip regulasi internasional.
D.Pendekatan nada humoris dan satire ringan untuk menghibur pembaca.
Explanation: Kalimat tersebut memanfaatkan daya tarik emosional (pathos) dengan memunculkan rasa bersalah dan tanggung jawab moral terhadap nasib 'anak cucu kita kelak', memicu kepekaan nurani pembaca.
9Manakah di antara kalimat-kalimat berikut yang menggunakan majas ironi secara tepat?
A.Bagus sekali tulisanmu, sampai-sampai tak seorang pun ahli bahasa yang sanggup membacanya.
B.Muka orang itu sangat mirip dengan rembulan di malam hari.
C.Ia bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam demi sesuap nasi.
D.Rumah pengusaha kaya itu megah bagaikan istana raja di dongeng.
Explanation: Majas ironi adalah sindiran halus dengan menyatakan hal sebaliknya dari kenyataan. Kalimat 'Bagus sekali tulisanmu, sampai-sampai tak seorang pun... sanggup membacanya' memuji di awal namun bermaksud menyindir tulisan yang sangat jelek/tidak terbaca.
10Dalam puisi modern Indonesia 'Hujan Bulan Juni' karya Sapardi Djoko Damono, frasa 'hujan bulan Juni' secara simbolis mewakili makna tersirat apa?
A.Kasih sayang, ketabahan, dan kearifan yang terpendam rapi dalam ketabahan menunggu waktu yang tepat.
B.Bencana alam kemarau panjang yang menghancurkan tanaman petani di pulau Jawa.
C.Kemarahan dan dendam kesumat yang meluap-luap akibat ketidakadilan politik.
D.Keputusasaan total seorang musafir yang tersesat di tengah padang pasir.
Explanation: Dalam konstelasi musim di Indonesia, bulan Juni biasanya merupakan puncak musim kemarau. Hadirnya hujan di bulan Juni menyimbolkan hal yang langka, ketabahan yang luar biasa, serta kerinduan atau kasih sayang yang tertahan dengan bijak.

About the SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) Practice Questions

Verified exam format metadata for SACE Stage 2 Indonesian (background speakers) External Assessment is pending. The practice questions above remain available while official exam length, timing, passing score, fee, and administrator details are reviewed.